Pelayanan Kesehatan Adopsi Teknologi BlockChain

Pelayanan Kesehatan Adopsi Teknologi BlockChain

Blockchain saat ini merupakan salah satu teknologi yang banyak diadopsi oleh banyak industri karena sifatnya yang terdesentralisasi dan transparan. Secara keseluruhan, teknologi ini sangat identik dengan cryptocurrency, NFT, dan juga metaverse. Namun pada kenyataannya, blockchain telah diadopsi secara luas oleh berbagai bidang di luar crypto, NFT dan metaverse, misalnya dengan munculnya desentralisasi keuangan (DeFi) di bidang keuangan.

Saat ini, teknologi blockchain telah diadopsi oleh bidang lain, terutama di bidang kesehatan  rumah sakit. Salah satunya besutan EMC Hospital telah diubah menjadi Smart Hospital. Dokter Teknologi Informasi Tony Seno Hartono mengatakan akan ada perubahan dalam pelayanan kesehatan di masa depan dengan desentralisasi sistem pelayanan rumah sakit seperti medical check up, dan pelayanan lainnya.

Ke depan selain persaingan, penyedia pelayanan kesehatan  juga harus saling bekerjasama, misalnya dengan  berbagi data. Untuk mencapai ini, teknologi  seperti blockchain diperlukan. “Blockchain dapat digunakan untuk mendesentralisasikan data di rumah sakit  dan dapat digunakan oleh semua pemangku kepentingan lainnya. Ini akan mendorong transparansi, akurasi, dll.”, kata Tony. Menurut Tony, jika blockchain digunakan untuk rumah sakit pintar, pasien yang mencari perawatan di rumah sakit berbeda yang datanya dapat disimpan dan  diakses oleh dokter yang merawat mereka, segera bahkan ketika mereka berada di rumah sakit yang berbeda.

Secara umum, Teknologi blockchain akan memastikan bahwa database akan digunakan secara bersamaan sehingga dapat tercatat secara real time semacam buku besar yang dikelola oleh banyak  orang atau yang biasa disebut sebagai mining. Jadi kalau ada record baru atau kalau recordnya berubah di buku besar, untuk stakeholder lain recordnya juga langsung berubah dan sangat up-to-date. Dengan demikian, penerapan teknologi blockchain di rumah sakit akan menjadi tempat penyimpanan rekam medis. Dengan menyimpan catatan medis elektronik di blockchain, ketika pasien menerima perawatan di rumah sakit yang berbeda, data dapat direkam.

Blockchain telah berhasil menjadi salah satu metode untuk mencatat setiap transaksi yang berjalan sehingga semua transaksi tercatat dan dapat di telusuri. Inilah yang membuat banyak industri tertarik untuk menggunakan teknologi blockchain. Adopsi teknologi tersebut tentu menjadi kabar baik bagi para holder koin Kripto karena secara langsung transaksi akan lebih mudah apabila menggunakan mata uang kripto. Namun, memang mata uang yang disetujui harus dipilih salah satu sedangkan saat ini ada jutaan bahkan milyaran koin yang ada di pasar.

Seperti yang sudah di bahas di atas, Koin kripto, Metaverse dan NFT ketiga hal ini saling berkaitan. Tidak menutup kemungkinan penggunaan ketiga hal tersebut di atas menjadi transaksi di masa depan nanti karena seperti yang kita ketahui bersama, perkembangan teknologi digital dan juga virtual saat ini sudah merambah ke berbagai lini. Sebagai contoh Shiba inu coin saat ini juga sudah diterima di beberapa negara untuk alat transaksi yang sah pelayanan kesehatan.

Others